Asal-Usul Suku Kurdi

Asal-Usul Kurdi Pra-Islam di Iran

oleh Eli Setyowati, 1006698742

 

kurd-map_color_country-names

 

Judul: “The Origins and Appearance of the Kurds in Pre-Islamic Iran”

Pengarang: John Limbert

Data Publikasi: Journal of Iranian Studies, Vol. 1, No. 2, 1968.

 

Siapa yang tak kenal dengan Suku Kurdi? Suku ini terkenal dengan perjuangannya yang tragis dalam mencapai cita-citanya yaitu, memerdekakan Kurdistan, yang tak lain adalah wilayah yang ditempati oleh Suku Kurdi sejak pra Islam. Wilayahnya saat ini terbagi ke dalam beberapa negara yaitu, Turki, Iran, Irak, Suriah serta sebagian kecil Azerbaijan dan Armenia.

 

Lebih jauh tentang Kurdi, asal usulnya hingga kini masih dalam perdebatan. Dalam tulisannya, John Limbert memaparkan asal-usul Suku Kurdi berdasarkan data linguistik dan historis. Berdasarkan data linguistik, kata “Kurdi” banyak muncul di literatur-literatur Barat maupun Arab dan Persia. Dalam literatur Persia, kata “Kurdi” muncul dalam Sassaniyah epik Karnamak-e Ardashir-e Papakan. Kemudian pada abad ke-7, kata “Kurdi” muncul dikalangan orang Arab dengan jamaknya yaitu, akrad. Lalu beberapa ahli mengatakan bahwa kata “Kurdi” berasal dari kata Guti, yang mengacu pada orang-orang yang disebutkan dalam prasasti Sumeria pada abad ke- 24 sebelum masehi. Kemudian, muncul kata Kar-da-ka (atau Qar-da-ka) dalam prasasti Sumeria sekitar abad ke- 20 sebelum masehi. Ada pula, filsuf Yunani yaitu, Xenophon menggunakan kata Kardukhoi, untuk masyarakat yang tinggal di tempat, yang kini mengacu pada Kurdistan bagian Irak pada tahun 401 sebelum masehi. Masih menurut Xenophon, huruf kh pada kata Kardukhoi adalah tambahan huruf untuk bentuk jamak dalam bahasa Armenia dari kata Kardu. Lain lagi menurut Polybius dan Livy, menurut mereka, Kurdi berasal dari kata KyrtiaeKyrtiae adalah tentara bayaran untuk memerangi musuh Roma yaitu, Seleukus Anthiokus III pada tahun 190 sebelum masehi dan Eumenes pada tahun 170 sebelum masehi. Lain halnya dengan Strabo, ia menyebutkan Kyrtiae di suku Media Atropatane (Azerbaijan) dan di Persia. Strabo juga menggunakan Corduene atau Gordiaea untuk daerah yang kini berada di Kurdistan bagian Turki. Dari kesemuanya itu, menurut beberapa ahli, kata yang mendekati kata “Kurdi” adalah Kardu. Kardu sendiri mempunyai tiga acuan yaitu, pertama dari akar Semit QRD yang berarti berani atau kuat, kedua kata Kardu mengacu pada kata Kart’veli yang merupakan nama asli orang Georgia, dan yang ketiga mengacu pada kata Gord dalam bahasa Persia yang berarti pahlawan. Namun diantara para ahli ini mengatakan bahwa kata Kardu dalam bahasa Arab dan Persia saat ini berarti pengembara, tanpa konotasi etnis tertentu. Selanjutnya mengenai bahasa Kurdi, masih dalam tulisan John Limbert, disebutkan bahwa bahasa Kurdi mirip dengan bahasa Suku Media yaitu, suku yang mendiami wilayah Iran Utara. Kemudian dalam data historisnya, Suku Kurdi muncul pada pra Islam di Iran yaitu dalam Dinasti Sassaniyah. Dikatakan bahwa Dinasti Sassaniyah (Persia) didirikan oleh Ardashir I, dengan nasabnya Ardashir I bin Papakan bin Sassan. Nenek dari Ardashir I atau istri dari Sassan yaitu, Ram Behesht ternyata merupakan orang Kurdi, yang termasuk dalam Suku Kurdi Banzanjan. Jika kita lihat dari data historis ini, maka kita bisa menyimpulkan bahwa orang-orang keturunan Ardashir I (atau Sassan) yang mengaku sebagai orang Persia, tidak bisa dikatakan Ras Persia 100%, karena darah Persia dan Kurdi Banzanjan telah tercampur, begitu pula sebaliknya.

 

Dari penjelasan data linguistik dan historis yang telah dipaparkan diatas dan kesimpulan dari John Limbert dalam tulisannya “The Origins and Appearance of the Kurds in Pre-Islamic Iran”, memberikan kesimpulan bahwa Suku Kurdi terbentuk dari penggabungan antara orang-orang di Iran Barat Laut yang bermigrasi ke timur Pegunungan Zagros, lalu berakulturasi dengan penduduk Pegunungan Zagros dan memberlakukan bahasa kesatuan mereka. Kemudian, bahasa dan letak geografis bukanlah dasar untuk membuat perbedaan antara Suku Kurdi dan Suku Media. Dan yang terakhir adalah para sejarawan Islam menyebutkan bahwa Suku Kurdi yang tinggal di Selatan dan Barat Daya Persia, kemungkinan bukan Suku Kurdi, melainkan suku-suku pengembara yang berbicara dalam bahasa Iran bagian Barat Daya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s