Tak Berjudul – A.N

Tak ada sajian lezat terhidang

Kecaplah nikmat sepiring hilang

Lumbung-lumbung petani kosong

Panen tahunan tak lagi melimpah

Kita hanya menelan kata-katasendiri

Seperti api paling duri

 

Lambung-lambung kita gosong

Tenggorokan lepuh, melumpuh

Sepanjang hari mengunyah enyah

Hingga padam di sudut geraham

Sialnya kau terlanjur memercayai aku

Yang piawai memerdayai

 

Sedu sedan tak pernah sepadan

Mual tak mungkin terhindarkan

Aku terpaksa memuntahkan puisi

Karena tak mampu mementahkankecewa

Yang teramat mengisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s